Seandainya Anda dapat menghapus kenangan tentang seseorang, akankah Anda menghapusnya?
Hari ini saya baru menonton “Eternal Sunshine of the Spotless Mind”. Saya merasa seakan-akan orang-orang di balik film ini sedang berbicara langsung kepada saya.
Akankah kamu bersedia menghapus kenangan bersamanya?
Dibintangi Jim Carrey, Kate Winslet, Elijah Wood, dan Kirsten Dunst, film produksi tahun 2004 ini memperoleh Academy Award untuk Best Screenplay dan nominasi Best Actress oleh Kate Winslet. Agak membingungkan karena alurnya tidak disajikan secara linier, melompat-lompat dari satu sequence ke sequence lain. Katanya bergenre drama komedi romantis dengan bumbu fiksi ilmiah, tapi jujur saya tidak mengerti di bagian mana lucunya. Kesan saya setelah menontonnya justru bittersweet.
Joel Barish (Carrey) baru saja berniat memperbaiki hubungannya dengan Clementine (Winslet) setelah satu pertengkaran amat hebat dan berkunjung ke tempat kerjanya untuk meminta maaf. Alangkah kaget Joel ketika Clementine merasa tidak mengenalinya dan malah sudah menjalin hubungan dengan pria lain (Wood). Keganjilan itu terjawab setelah Joel memperoleh memo dari Lacuna Inc bahwa Clementine telah menggunakan jasa mereka untuk menghapus semua kenangan tentang Joel. Clementine tidak memiliki ingatan apa-apa lagi tentang Joel dan hubungan yang pernah ada di antara mereka.
Merasa frustasi, Joel datang ke Lacuna Inc dan turut meminta memori tentang Clementine dihapus dari ingatannya. Prosedur pun dijalankan. Joel diminta mengumpulkan semua barang yang dapat diasosiasikan dengan Clementine, memetakan memori tentangnya, dan menjalani penghapusan.
Sebagian besar film adalah proses penghapusan yang terjadi di dalam kepala Joel. Kita dapat menyaksikan detil pertengkaran antara Joel dan Clementine pada malam itu. Pada awalnya kenangan yang dihapus adalah hal-hal buruk yang terjadi dalam hubungan mereka. Tapi akhirnya muncul juga kenangan-kenangan manis seperti kencan di atas Charles River yang membeku ketika keduanya berbaring di atas lapisan es dan Joel merasa amat bahagia. Pada titik itu, sosok Clementine mulai menghilang dan Joel menyadari dirinya masih ingin menyimpan gadis itu dalam kenangannya. Dimulailah kucing-kucingan antara staf Lacuna dan Joel yang berupaya menyembunyikan kenangan Clementine di kenangan lain yang tidak terpetakan sebelumnya.
Di waktu yang sama di dunia nyata, staf Lacuna Stan dan Patrick (Wood) tengah bertugas menghapus memori Joel. Mary (Dunst), resepsionis Lacuna, tanpa alasan yang jelas datang mengunjungi mereka. Setelah menerima telepon dari Clementine, Patrick meninggalkan Stan dan Mary untuk beretemu dengan gadis itu. Ironisnya, malam itu Clementine yang impulsif mengajak Patrick ke Charles River yang sedang membeku. Patrick memanfaatkan barang-barang kenangan Joel untuk menciptakan adegan rekonstruksi kencan Joel dan Clementine sebelumnya.
Sementara itu malam yang panas berlangsung antara Stan dan Mary, yang terhenti karena proses penghapusan tidak dapat dilanjutkan (Joel sedang berusaha menyimpan kenangan Clementine di masa kecilnya). Kepala Lacuna, Mierzwiak, terpaksa dipanggil untuk memecahkan masalah tersebut. Ketika Stan sedang pergi keluar, cerita menjadi semakin kompleks karena Mary mengakui cintanya pada Mierzwiak. Keduanya tengah berciuman tepat ketika istri Mierzwiak datang karena curiga. Di sini istri Mierzwiak mengungkapkan twist yang tak terduga, bahwa Mary dulu sudah pernah terlibat affair dengan Mierzwiak dan telah mengalami penghapusan memori sehingga seolah tidak pernah terjadi apa-apa di antara keduanya.
Singkat cerita, misi penghapusan memori Joel akhirnya beres. Pagi harinya Joel terbangun dan berangkat kerja ketika tiba-tiba ia menerima dorongan impulsif untuk pergi ke pantai Montauk, yang sebenarnya merupakan tempat pertama kali ia dan Clementine bertemu. Di pantai itu ia bertemu Clementine, namun keduanya tidak mengenali satu sama lain. Entah mengapa sesuatu menarik mereka berdua hingga akhirnya terlibat dalam percakapan dan berkenalan sekali lagi. Dan sekali lagi keduanya jatuh cinta.
Joel dan Clementine kembali mengunjungi Charles River dalam suatu kencan di malam hari, mengulangi adegan yang pernah terjadi sebelumnya. Pagi harinya Joel mengantarkan Clementine pulang sebentar ke rumah untuk meneruskan ke apartemennya ketika ia bertemu Patrick yang heran bagaimana mungkin keduanya dekat kembali setelah penghapusan memori. Clementine menerima sebuah kiriman kaset dan memutarnya di mobil Joel. Kaset itu ternyata berisi rekaman wawancaranya ketika penghapusan memori di Lacuna. Mereka berdua mendengarkan sesi ketika Clementine mengungkapkan kebosananannya pada Joel dalam hubungan mereka sebelum itu. Kaget, keduanya berpisah dalam kebingungan.
Clementine kemudian mengunjungi Joel dan menemukannya sedang mendengarkan rekaman wawancaranya sendiri. Setelah mengundurkan diri dari Lacuna, Mary ternyata telah mencuru data perusahaan dan mengirimkan rekaman-rekaman yang disimpan Lacuna pada klien-kliennya. Di tangan Joel tersisa satu benda kenangan tentang Clementine yang lupa ikut dihapus, sebuah lukisan. Hal-hal ini susul-menyusul saling membuktikan bahwa keduanya memang pernah terlibat satu hubungan di masa lalu. Walaupun keduanya tidak bisa mengingatnya, waktu membuktikan bahwa mereka masih menyimpan keinginan untuk bersama. Joel dan Clementine akhirnya memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua pada hubungan mereka.
Saya pernah berharap bisa menghapus kenangan tertentu agar bisa move on dari suatu situasi. Saya mengira tanpa pernah mengalami hal itu, tentu hidup akan menjadi lebih baik. Tapi “Eternal Sunshine of the Spotless Mind” mengajukan satu antitesis: tidak ada kenangan yang baik atau yang buruk, yang ada hanya… kenangan.
Betapa pun sakitnya, manusia tidak perlu melupakan suatu kenangan hanya untuk bisa maju. Betapa pun pahitnya, manusia perlu menyimpan kenangan itu dan memetik pelajaran darinya secara sehat. Simpanlah kenangan itu dengan utuh, sisi-sisi pahit maupun manisnya; di sanalah kita belajar memaafkan, menerima, dan berdamai dengan diri sendiri. Kegagalan dan perselisihan adalah bagian dari pertunjukan hidup. If it doesn’t meant to be, it just doesn’t meant to be. Cukup itu yang perlu kita ketahui, dan lanjutkanlah hidup!
Eternal Sunshine of the Spotless Mind. I will keep it as one of my favourite!

setuju!
butterfly effect..
=)
blogwalking . .
kadang pahitnya kenangan itu jadi keindahan tersendiri hmm
tidak semua kenangan itu harus di simpan, bahkan kenangan indahpun akan mnjd buruk ketika takdir mengubahnya..